Salah satu pelarut yang paling penting bagi reaksi kimia
adalah air. Air suatu zat yang umum tapi merupakan pelarut yang baik untuk
bermacam zat kimia baik yang
berbentuk ion atau molekul. Malah, kemampuan air untuk melarutkan bermacam zat
kimia dalam berbagai derajat merupakan
kekhawatiran pokok dari masyarakat modern sekarang, yang se-clang
bergumul dengan bertambahnya persoalan pencemaran air pada daerah padat
penduduk. Banyaknya perhatian yang telah diberikan pada reaksi dalam larutan
air, sebagian karena air merupakan pelarut umum yang mudah didapat dalam laboratorium dan sebagian lagi karena adanya
reaksi pencemaran air yang potensial disekeliling kita dan jugs disebabkan
karena air merupakan media dimana reaksi biokimia terjadi.
ISTILAH-ISTILAH PADA LARUTAN
Banyak istilah yang kita pakai pada pembicaraan mengenai
larutan telah diperkenalkan pada modul Termasuk istilah pelarut (solven) dan zat terlarut (solut). Solven umumnya adalah zat yang
berada pada larutan dalam jumlah yang besar, sedangkan zat lainnya
dianggap sebagai solut. Pada larutan yang
mengandung air maka air tersebut selalu dianggap sebagai solven walaupun jumlahnya relatif sedikit. Misalnya pada campuran dari H2SO4 96% dan H2O 4% berat, dinamakan
"asam sulfat pekat",
menggambarkan bahwa sejumlah besar asam sulfat dilarutkan dalam sedikit
air, jadi air merupakan solven dan H2SO4 solutnya.
lstilah
lain yang adalah pekat dan encer. Canaan pekat mengandung relatif lebih banyak solut dibanding solven sedangkan
larutan encer mengandung relatif lebih sedikit solut
dibanding solvennya. Ditekankan di sini kata
relatif, sebab ada larutan disebut pekat
bila dibandingkan dengan larutan lain yang mempunyai perbandingan solut
lebih rendah terhadap solvennya.
Dalam beberapa hal, ada batas dari jumlah solut yang
dapat lanit dalam sejumlah solven
pada temperatur tertentu. Misalnya bila kita tambahkan
natrium klorida pada 100 ml air pada 0°C hanya 35,79 g garam yang akan
larut, berapapun banyaknya jurnlah garam yang kita masulckan. Kelebihan NaCl
rya akan mengendap di dasar wadah. Suatu larutan yang mengandung sejumlah solut
yang larut clan mengadakan kesetimbangan
dengan solut padatnya disebut larutan jenuh dan jumlah solut yang larut dalam larutan jenuh ini
dinamakan kelarutan zat tersebut sehingga kelarutan dari natrium klorida dalam
air pada 0°C adalah 35,7 g NaCI dalam
100 ml- air. Berarti untuk kelaruitan, kita selalu harus menyebut
temperaturnya.
Bila suatu larutan mengandung solut kurang dari yang
diperlukan untuk membuat larutan
jenuh, dikatakan larutan tidakjenuh. Misalnya bila akan melarutkan 20 g NaCI dalam 100 mL air
pada 0°C. Suatu larutan tak jenuh
masih mampu melarutkan lebih banyak solut, dalam hat ini penambahan 15,7
g NaCI dapat dilarutkan tiap 100 mL air.
Penting diketahui bahwa istilah jenuh dan tak jenuh tak
ada hubungan
secara langsung dengan istilah larutan pekat dan encer. Misalnya suatu larutan jenuh perak klorida pada temperatur kamar
hanya mengandung 0,000089 g AgCl/100 mL
air, sehingga bisa kita anggap larutan encer.
Tetapi sebaliknya diperlukan kira-kira 500 g litium klorat (Li-CIO,) per
100 mL untuk membuat larutan jenuh nada temperatur yang sama. Pada hat larutan yang mengandung 400 g LiClO, dalam 100 niL air
sudah dikatakan pekat walaupun belum jenuh.
Akhimya
ada beberapa zat yang acap kali mernbentl ik larutan sangat jenuh (super
saturated) vaitu larutan yang inengandLIM- lebih banyak solut dari pada yang diperlukan untuk larutan
jenuh. Contohnya adalah natrium asetat
(CH3COONa) Pada 0°C senyawa ini dapat larut sampai. mencapai 119 g/100
int., tetapi kelarutannya akan bertambah dengan naiknya temperatur. Bila suatu
larutan tak jenuh yang panas yang mengandung 119 g lebili NaC,H2O,
per 100 ml didinginkan sampai 0°C, scharusnya kelebihan solut akan mengendap
pada dasar larutan, tetapi biasanya tidak. Kelebihan solut akan tetap berada
dalam bentuk larutan.
ELEKTROLIT
Umumnya
air adalah pelarut (solven) yang baik untuk senyawa ion dan larutan air yang yang mengandung zat-zat ini akan
mempunyai sifat-sifat yang khan,
salah satu adalah dapat meneruskan arcs listrik. Dapat diperlihatkan oleh alai pada Gambar
5.2. Bila elektroda dicelupkan ke dalam air murni, bola lampu tak akan menyala karena air
adalah konduktor
listrik yang sangat jelek. Tetapi bila suatu senyawa ion yang larut seperti NaCI ditambahkan pada air,
setelah solutnya lanit, bola lampu mulai menyala dengan terang. Senyawa seperti NaCl yang
membuat larutan menjadi
konduktor listrik disebut elektrolit.
Bagaimana keterangan dari sifat konduktor listrik larutan
senyawa ion dalam air ini?
Ketika zat larut dalam air, ion-ion yang tadinya terikat kuat dalam zat
padatnya akan lepas dan melayang-layang dalam larutan, bebas satu dengan yang
lain. Dikatakan senyawa telah terdisosiasi atau melepaskan diri menghasilkan
ion-ion dan adanya ion-on bebas inilah yang menyebabkan larutan menjadi
konduktor listrik.
Keterangan mengenai elektrolit ini pertama kali diberikan
oleh Svante Arrhenius , ahli kimia
terkeital dari Swedia. Sangatlah menarik untuk disimak bahwa hampir saja is tak
diberikan gelar doktornya pada tahun 1884 di
Universitas Upsala, Swedia, karena mengemukakan hal ini. Bagaimanapun
teorinya tetap bertahan sampai kini, karena telah menerangkan dengan sukses
mengenai sifat larutan garam.
Bila senyawa ion berdisosiasi dalam air, ion-ionnya tak
bebas sama sekali, karena ion-ion tersebut akan dihalangi oleh molekul-molekul
air sehingga dikatakan akan terhidrasi. Hal
ini dinyatakan dengan tulisan (aq) dibelakang dari rumus ion-ion tersebut.
Misalnya pada disosiasiNatrium klorida yang terjadi bila zat padatnya
dilarutkan dalam air dapat atakan dalam persamaan:
NaCl(s)
----> Na+(aq) + CI-(aq)
Kerapkali, untuk mudahnya huruf s dan
aq dihilangkan saja.
Terbentuknya ion-ion dalam larutan tak hanya terbatas untuk senyawa ion saja. Banyak juga zat
berbentuk molekul yang bereaksi dengan air akan menghasilkan ion-ion sehingga juga merupakan
suatu elektrolit. Contohnya adalah
HCI. Bila gas HCI dilarutkan dalam air, akan terjadi reaksi sebagai berikut:
HCI(g) + H20 à H2O+(aq) + Cl-(aq)
Reaksi semacam ini biasanya disebut
reaksi ionisasi karena menghasilkan ion-ion yang sebelurnnva tak ada (Tetapi sering
disebut sebagai disosiasi
agar tak usah menggunakan istilah yang berbeda untuk elektrolit ion dan molekul). Reaksi
terjadi karena adanya perpindahan proton atau ion hidrogen (H+) dan molekul HCI ke
molekul air menghasilkan ion
hidronium H2O+ dan ion klorida (CI-). Sehingga walaupun
hidrogen klorida murni berada sebagai molekul yang kelistrikannya netral
(cairan HCI tak menghantarkan listrik) bila dilarutkan dalam air akan teqadi reaksi kimia dan menghasilkan ion dan
menjadi suatu elektrolit.
Seperti terlihat, ion hidronium merupakan sesuatu yang
sangat penting untuk
dibicarakan pada reaksi kimia dalam lamtan air. Sangatlah berguna untuk menganggap ion hidronium itu sebagai ion H+
atau proton yang berasosiasi dengan molekul
air. Kita dapat melakukan
hal ini karena bila ion hidronium bereaksi, akan dilepaskan
protonnya dan yang tinggal molekul air sebagai salah satu hasil reaksi.
Sebetulnya H20 dari ion hidronium
hanya bertindak sebagai pembawa untuk ion H+. Karena itu ion hidronium sering ditulis sebagai H+, dan
kita sering membicarakan ion H30+ sebagai ion hidrogen. Bila H20
dari H30+ ion kita hilangkan, disosiasi HCI
dapat ditulis sebagai berikut:
HCI(aq) à 4 H+(aq)
+ Cl-(aq)
Walaupun kita menulis hanya H+, harus selalu diingat
bahwa paling sedikit satu tapi mungkin ada beberapa lagi molekul H20
yang berasosi dengan proton ini dalam larutan
Elektrolit
Kuat dan Elektrolit Lemah
Dua contoh elektrolit yang dibicarakan diatas yaitu NaCl
dan HCl, dalam larutan akan terdisosiasi secara sempurna; 1 mol NaCl akan
memberikan 1 mol Na+ dan 1 mol Cl-, demikian juga 1 mol
HCl akan menghasilkan 1 mol ion H+ dan 1 mol ion Cl-. Zat-zat
semacam NaCI dan HCI yang dalam larutan akan terdisosiasi sempurna disebut elektrolit
kuat.
Banyak juga zat-zat yang berbentuk molekul bila
dilarutkan dalam air yang sama sekali tak
mempunyai kemampuan untuk terionisasi. Contohnya
alkohol dan gula. Bila senyawa-senyawa ini dilarutkan dalam air,
molekul-molekulnya hanya bercampur dengan molekul-molekul air membentuk
larutan yang homogen, tetapi larutannya tak mengandung
ion-ion karena solutnya tak bereaksi dengan air. Karena solut ini tak
menghasilkan ion dalam larutan, larutannya tak menghantarkan listrik
dan solut semacam ini dinamakan non elektrolit.
Diantara elektrolit kuat dan nonelektrolit ada sejumlah
senyawa yang disebut elektrolit lemah. Senyawa-senyawa ini menghasilkan
larutan yang menghantarkan listrik, tetapi lemah sekali. Contohnya asam asetat CH3COOH suatu
zat yang membuat cuka rasanya asam. Bila elektroda dari alas konduktor dicelupkan ke dalam larutan asam ini dari
bola lampu hanya redup saja.
Dalam larutan asam asetat, hanya sebagian kecil dari molekul asam asetat yang dihasilkan reaksi berikut ini berbentuk ion
CH3COOH (aq) à CH3COO- (aq) + H+
(aq)
MisaInya
dalam larutan CH3COOH
1,0 M hanya kira-kira 0,42% yang
bereaksi. Sisanya masih tetap
berbentuk molekul yang tak bermuatan.
Sangatlah penting untuk dibicarakan sebab dari keterbatasan dari derajat disosiasi elektrolit lemah
ini, karena hal ini akan mengabaikan hal-hal penting dari konsep kimia, sehingga akan
diuraikan dalam modul dibelakang.
Pada larutan asam asetat,
molekul-molekul CH3COOH secara
tetap akan bertumbukan dengan molekul air dan setiap tumbukan ada kemungkinan sebuah proton dari molekul CH3COOH akan
berpindah ke molekul air dan menghasilkan H+ serta CH3COO-
ion. Tapi dalam larutan ini ada juga pertemuan antara ion asetat dan ion
hidronium. Bila kedua ion ini bertemu, kemungkinan besar dari ion H+ akan melepaskan protonnya ke ion CH3COO-
untuk membentuk kembali molekul-molekul CH3COOH dan
H20. Sehingga dalam larutan ini ada dua reaksi yang berjalan
bersamaan
CH3COOH + H2O
à
H+ + CH3COO-
H+
+ CH3COO- à CH3COOH
+ H2O
Biila kecepatan
reaksi (1) untuk membentuk ion-ion sama dengan kecepatan reaksi (2) yang
menghilangkan ion-ion tersebut, maka konsentrasi masing-masing zat dalam
larutan tak akan berubah. Malah mulai saat
ini konsentrasi masing-masing zat akan tetap, walaupun bila kita teliti ada beberapa unit CH3COOH yang
kadang-kadang berbentuk ion CH3COO- , kadang-kadang sebagai molekul CH3COOH. . Keadaan semacam ini disebut seimbang. Disebut keseimbangan
dinamik karena dalam larutan selalu terjadi perubahan — tedadi dua rekasi:
ion-ion bereaksi menjadi molekul dan molekul bereaksi membentuk ion-ion.
Untuk
menunjukkan adanya reaksi kesetimbangan dalam suatu reaksi,
digunakan dua tanda panah == > pada reaksi kimianya. Sehingga, kesetimbangan
yang kita bicarakar, ditulis sebagai berikut:
CH3COOH + H2O
== > H+ + CH3COO-
Penggunaan panah dua arah ini menyatakan bahwa kecepatan
reaksi dari
kiri ke kanan adalah sama dengan kecepatan reaksi dari kanan ke kiri. Dalam larutan asam asetat kecepatan
reaksi yang sama ini terjadi sewaaktu
sedikit asam asetat yang telah terionisasi. Dalam hal semacam ini dikatakan
bahwa larutan asam asetat kecil. Jadi keadaan setimbang yaitu
perbandingan relatif antara pereaksi dan hasil reaksi lebih kuat ke kiri berarti lebih banyak ke arah bentuk molekul.
Dengan kata lain hampir seluruh asam asetat berada dalam bentuk tak
terionisasi.
Untuk
elektrolit kuat seperti HCl, reaksi dari ion-ionnya untuk membentuk molekul kemungkinannya tak ada. Bila ion H+
bertemu dengan ion Cl- dalam larutan,
tak terbentuk apa-apa. Sebab itu bila HCl dilarutkan
dalam air, hanya reaksi ke kanan yang terjadi dan segera seluruh HCl
akan berubah menjadi ion-ion. Solut akan terionisasi 100%. Bila kita menulis
persamaan reaksi untuk elektrolit kuat dalam air, kita hilangkan tanda panah ke kiri karena reaksinya tak terjadi. Karena itu untuk
reaksi HCl ditulis
HCL(aq) + H2) à H+ + Cl -(aq)
Konsep dari kesetimbangan dinamik
sangatlah penting. Semua proses, baik kimia atau fisika selalu akan bergerak ke arah
kesetimbangan dan kita akan
menggunakan konsep ini dalam bab-bab yang akan datang untuk menganalisis perubahan
fisika maupun reaksi kimia
REAKSI ANTARA ION-ION
Banyak
reaksi-reaksi kimia yang dilakukan dalam laboratorium, yang merupakan bagian dalam pelajaran kimia, melibatkan
elektrolit-elektrolit yang dilarutkan
dalam air. Umumnya, reaksi-reaksi ini terjadi antara ion-ion yang ada dalam larutan, sebab itu dapat disebut reaksi reaksi
ion. Contoh yang khas adalah reaksi yang tedadi bila larutan
natrium
klorida dan perak nitrat dicampur, yang diperlihatkan dalam. Ketika
larutan yang satu ditambahkan pada yang lain, suatu.
endapan putih dari perak klorida terbentuk. Bila larutan natrium klorida
mengandung 1 mol NaCl dan larutan perak nitrat mengandung 1 mol AgNO3,
Maka 1 mol AgCI akan terbentuk dan larutan akan menganduilg I mol NaNO3 yang terlarut. Bila diinginkan,
kita dapat memisahkan AgCI dari
larutan dengan jalan menyaring campuran. Bila filtrat, air yang jernih yang melalui kertas caring,
diuapkan, yang tinggal adalah kristal NaNO3.
Persamaan kimia untuk perubahan yang terjadi adalah
AgNO,(aq)
+ NaCI(aq) à AgC1(s) + NaNO,(aq)
Reaksi semacam ini,
dimana terjadi pertukaran tempat dari anion dan kation dinamakan metatesis atau
perubahan rangkap, (Cl- menggantikan NO, - dan NO3 - menggantikan CI-).
Persamaan
di atas dinamakan persamaan molekuler, sebab semua pereaksi dan hasil
reaksi ditulis seolah-olah zat-zat tersebut berbentuk molekul. (Tentunya kamu
telah mengetahui bahwa zat-zat ionik dalam keadaan
padat maupun larutan tak berbentuk sebagai molekul. Dinamakan saja persamaan molekuler karena tak diperlihatkan
adanya ion-ion).
Penyajian yang lebih
tepat dari reaksi ini seperti yang terjadi sesungguhnya didapat bila kita memperhatikan apa yang terjadi bila solut dilarutkan
dalam air. Seperti telah dibicarakan sebelumnya, tiap senyawa ion yang larut,
pada larutan berada bukan dalam bentuk molekul tapi sebagai ion-ion yang
tersebar dalam pelarut. senyawa ini 100% akan terdisosiasi. sebab itu, dalam
air NaCl berada dalam bentuk ion Na+ dan Cl-. Demikian juga larutan AgNO3, berada sebagai ion Ag+
dan ion NO3 -. Bila kedua
larutan dicampur, eat padat AgCI terbentuk karena
bergabungnya
ion Ag+ dan ion CI-. Zat padat dalam larutan yang terbentuk karena
reaksi kimia dinamakan suatu endapan. Larutan yang ada setelah terbentuk
AgCI hanya mengandung ion Na+ dan ion NO3 -,
jadi
adalah larutan Natrium Nitrat (NaNO3). Untuk
menunjukkan zat-zat Yang seluruhnya
terdisosiasi dalam reaksi ini kita tulis persamaannya sebagai berikut:
Ag'(aq) + NO,
-(aq) + Na-(aq) + C1 (aq) ---> AgCl(.Y) + Na'(aq) +
NO3 -(aq)
Persamaan
ini disebut persamaan ionik dan didapat dengan menulis rumus
dari tiap elektrolit kuat yang larut dalam bentuk terdisosiasi dan. rumus
"yang tak larut dalam bentuk molekuler".
Bila diperiksa persamaan ionik dari reaksi ini, terlihat
bahwa ion Na+ dan NO3 - tak merigalami
perubahan. Ion Na+ dan NO3 - yang
sama tetap
Kunjungi home kami : http://zentheis.blogspot.com/
Kunjungi Facebook Kami https://www.facebook.com/Zentheis
Thank's Gan Infonyaa
BalasHapus