Zat/Bahan
Semua bahan kimia yang membentuk bumi kita merupakan contoh dari zat, apakah bahan ini dijumpai di pensil, buku, hamburger atau arang. Zat/bahan didefenisikan sebagai sesuatu yang mengambil ruang dan mempunyaimassa .
Untuk menetapkan defenisi ini, kita harus hati-hati untuk menentukan massa karena berbeda dan berat, meskip kita
sering memperwkarkan kedua istilah tersebut.
Semua bahan kimia yang membentuk bumi kita merupakan contoh dari zat, apakah bahan ini dijumpai di pensil, buku, hamburger atau arang. Zat/bahan didefenisikan sebagai sesuatu yang mengambil ruang dan mempunyai
Bila kita menggunakan istilah massa, menunjukkan jumlah
dalam suatu objek. Untuk setiap objek, jumlah ini tetap dan tidak tergantung di
mana objek ini berada. Salah satu cara untuk mengetahui rnassa adalah tidak
terjadinya perubahan bila objek itu bergerak. Suatu objek dengan massa yang
ringan, seperti bola ping-pong, sangat mudah gerak, dengan hanya sedikit
dipukul saja dapat meloncat keluar dari meja. Tetapi objek dengan massa yang berat, seperti truk semen,
sangat sukar bergerak, meskipun angin kencang truk ini tidak bergerak.
Berat adalah merupakan suatu ukuran kekuatan objek dan
massanya diketahui yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi. Tidak seperti massa, berat
tidak konstan, sangat tergantung dan dimana objek itu diletakkan. Misalnya di
bulan gaya gravitasinya hanya seperenam dari gaya gravitasi bumi berat suatu
benda di bulan hanya seperenam dari berat benda tersebut di bumi. Demikian juga di bumi, besarnya gaya
gravitasi agak berbeda dari satu tempat ke tempat yang lain, maka berat suatu
objek sedikit berbeda pula dari satu tempat ke tempat yang lain. Oleh sebab itu
bila kita ingin menentukan jumlah suatu zat~bahan dalam peneliitian, lebih baik
menggunakan massa dari pada berat.
Seperti telah kita
pelajari sebelumnya, massa diukur dalam bentuk unit dari gram (atau kilogram
bila massanya -sangat besar). Alat yang digunakan untuk mengukur massa ini
disebut timbangan clan pengukuran menggunakan timbangan disebut menimbang.
Sifat-sifat dari Zat
Dalam menggambarkan suatu sampel zat, akan dirinci
sifat-sifatnya yang khas. Misalnya keadaan fisik dari zat, yang berarti
akan disebutkan zat berupa padat, cair atau gas. Juga akan disebutkan berapa
massanya (beratnya) yang merupakan sifat
yang dapat diukur dari suatu zat. Kita
gunakan sifat-sifat di atas seclara berulang untuk mengidentifikasi bermacam-macam
hal setiap hari. Contohnya : kamu akan mengenal buku kimia ini dari warnanya, beratnya dan cetakan sampulnya. Dalam
kimia, sifat-sifat dari zat digunakan juga untuk mengidentifikasikan zat tersebut.
Misalnya kita ingin mengetahui bahan apa yang digunakan untuk membuat barang, dari
permukaannya yang mengkilat dapat diperkirakan bahwa bahan tersebut suatu
logam, tapi dari warnanya kita sudah dapat mengetahui bahwa logamnya bukan emas atau tembaga. Bila diberi tahu bahwa bila
sebuah magnit didekatkan padanya, barang tersebut akan tertarik oleh magnit,
maka kita akan menduga bahwa logamnya
adalah besi. Dan bila dikatakan bahwa waktu hujan, akan mulai berkarat,
kita makin pasti bahwa bahan terse-but
dibuat dari besi.
Sifat-sifat Fisik dan Kimia
Adalah Cara lain untuk menggolongkan
sifat-sifat zat. Sifat-sifat fisik adalah suatu keadaan yang dapat
dilihat tanpa mengubah sifat-sifat kimia
dari zat tersebut. Misalnya titik leleh; air (es) akan meleleh pads 0 °C. Ini
merupakan sifat fisik dari air. Untuk mengukur titik leleh, digunakan termometer untuk menentukan suhu waktu air padat
(es) berubah menjadi air cair. Perubahan ini, yang disebut perubahan
fisik zat dan tak mengubah bentuk kimia
dari air. Baik berbentuk padat atau cair, tetap air. Berat jenis adalah contoh lain dari sifat fisik zat. Untuk
menentukan B.J dari air, kita ukur
massa dari sejumlah volume tertentu dan cairan tersebut. Pengukuran ini tak mengubah air menjadi bentuk zat lain, malah
air tak berubah sama sekali.
Sifat-sifat kimia adalah kecenderungan dari suatu zat untuk mengalami
perubahan kimia tertentu., Misalnya, sifat kimia dari air adalah akan bereaksi secara hebat dengan natrium seperti
terlihat pada Gambar 1.12 dan akan menghasilkan gas hidrogen dan suatu
zat yang disebut natrium hidroksida (biasa disebut lye atau lindi). Bila kita
perhatikan sifat kimia ini, maka terlihat bahwa air dan natriumnya mengalami perubahan disebut perubahan kimia dan menghasilkan
zat lain. Setelah kita perhatikan sifat kimia ini, air dan natriumnya
hilang diganti oleh zat lain.
UNSUR, SENYAWA DAN CAMPURAN
Sebelum
ini, telah digambarkan bagaimana berbagai sifat dari zat digolongkan. Para ahli juga telah menemukan bahwa zat sendiri secara alam terbagi dalam tiga golongan seperti judul di
atas. Unsur, Senyawa dan Campuran adalah bahan-bahan yang akan
diketemukan dalam pekerjaan kita di laboratorium, sebab itu sangat penting
untuk diketahui bagaimana cars
membedakannya.
Unsur atau Elemen
adalah zat-zat yang tak dapat diuraikan menjadi
zat vang lebih sederhana oleh reaksi kimia biasa. Jadi merupakan sesuatu yang paling sederhana yang dapat terbentuk dalam suasana normal di laboratorium dan juga merupakan bentuk yang paling sederhana dari zat yang secara langsung dapat dikerjakan di laboratorium.
zat vang lebih sederhana oleh reaksi kimia biasa. Jadi merupakan sesuatu yang paling sederhana yang dapat terbentuk dalam suasana normal di laboratorium dan juga merupakan bentuk yang paling sederhana dari zat yang secara langsung dapat dikerjakan di laboratorium.
Unsur
berfungsi sebagai zat pembangun untuk sernua zat-zat kompleks yang
akan dijumpai, mulai dari garam dapur sampai senyawa protein yang
sangat kompleks. Semua dibentuk dari sekumpulan unsur-unsur diatas. Pada saat ini telah diketahui 108 macam unsur, tetapi hanya sejumlah kecil yang penting akan dibicarakan pada pelajaran ini. Unsur-unsur akan saling bergabung membentuk senyawa. Senyawa
ialah zat yang terdiri dari dua atau lebih unsur dan untuk masing-masing
senyawa individu selalu ada dalam proporsimassa yang sama.
Misalnya, diketahui bahwa air terdiri dari dua unsur hidrogen dan oksigen . Semua sampel air, dari manapun asalnya akan mengandung unsur ini dengan perbandingan satu bagian massa hidrogen dengan delapan bagian massa oksigen (misalnya 1,0 g hidrogen dengan 8,0 g Oksigen). Bila hidrogen bereaksi dengan oksigen untuk membentuk air, akan
selalu bergabung dalam perbandingan massa seperti ini. Jadi bila ada
hidrogen yang bereaksi, maka tepat 8,0 g Oksigen yang juga bereaksi, tak lebih atau tak kurang. Juga perlu ketahui bahwa bila unsur-unsur bergabung untuk membentuk senyawa, maka unsur tersebut akan kehilangan identitasnya dan sifat yang dilihat adalah sifat senyawa yang terbentuk. Contohnya pada suhu kamar, hidrogen dan oksigen berbentuk gas, tetapi air berbentuk cairan. Hampir semua sifat-sifat lain unsurnya juga akan berubah.
akan dijumpai, mulai dari garam dapur sampai senyawa protein yang
sangat kompleks. Semua dibentuk dari sekumpulan unsur-unsur diatas. Pada saat ini telah diketahui 108 macam unsur, tetapi hanya sejumlah kecil yang penting akan dibicarakan pada pelajaran ini. Unsur-unsur akan saling bergabung membentuk senyawa. Senyawa
ialah zat yang terdiri dari dua atau lebih unsur dan untuk masing-masing
senyawa individu selalu ada dalam proporsi
Misalnya, diketahui bahwa air terdiri dari dua unsur hidrogen dan oksigen . Semua sampel air, dari manapun asalnya akan mengandung unsur ini dengan perbandingan satu bagian massa hidrogen dengan delapan bagian massa oksigen (misalnya 1,0 g hidrogen dengan 8,0 g Oksigen). Bila hidrogen bereaksi dengan oksigen untuk membentuk air, akan
selalu bergabung dalam perbandingan massa seperti ini. Jadi bila ada
hidrogen yang bereaksi, maka tepat 8,0 g Oksigen yang juga bereaksi, tak lebih atau tak kurang. Juga perlu ketahui bahwa bila unsur-unsur bergabung untuk membentuk senyawa, maka unsur tersebut akan kehilangan identitasnya dan sifat yang dilihat adalah sifat senyawa yang terbentuk. Contohnya pada suhu kamar, hidrogen dan oksigen berbentuk gas, tetapi air berbentuk cairan. Hampir semua sifat-sifat lain unsurnya juga akan berubah.
Unsur dan senyawa
dianggap sebagai zat murni karena komposisinya selalu tetap. Sebaliknya
campuran, komposisinya dapat berubah-ubah. Contohnya air dan natrium
klorida adalah suaiu senyawa mempunyai
komposisi yang tetap dalam sampel manapun. Tetapi garam dapat dilarutkan dalam air dalam bermacam kadar,
sehingga memberikan campuran dengan berbagai komposisi.
Campuran/homogen disebut larutan dan sifat-sifatnya selalu seragam. Berarti bahwa, bita kita memeriksa sedikit bagian
dari larutan natrium klorida dalam air,
sifat-sifat akan sama dengan bagian lain dari larutan tersebut. Dapat
juga dikatakan bahwa larutan terdiri dari satu fasa. Maka fasa dapat
didefenisikan sebagai bagian dari sistem yang mempunyai suatu sifat dan komposisi
yang sama.
Campuran heterogen adalah tak rata. Contohnya adalah minyak dan air (Gambar 1.13). Bila kita mengambil sampel
dari sebagian campuran minyak dan air ini akan kita dapatkan bahwa sebagian
campuran akan mempunyai sifat minyak. Sedangkan sebagian lain mempunyai sifat air. Maka campuran ini terdiri dari dua fasa
yaitu minyak clan air. Bila campuran kita kocok sehingga minyaknya akan
tersebar (terdispersi) sebagai butir-butir
halus yang dikumpulkan akan merupakan satu fasa, karena masing-masing
butir minyak tersebut mempunyai sifat dan komposisi seperti minyak pada
butir lain. Bila kemudian kita
tambahkan es batu pada campuran ini, maka
akan kita dapatkan tiga fasa yaitu es (padat), air (cairan) dan minyak (cairan). Pada
contoh-contoh ini dapat kita temukan adanya
dua atau tiga fasa sebab adanya batas yang jelas antara ketiga fasa ini.
Salah satu cara untuk membedakan
suatu zat murni atau campuran adalah dengan cara mengukur titik lelehnya. Suhu dari zat
murni waktu meleleh
akan konstan. Es seperti diketahui akan meleleh pada 0 ° C dan suhu ini akan tetap sampai semua es meleleh.
Tetapi, bila kita melelehkan suatu campuran zat, umumnya
suhu akan berubah secara bertahap ketika
zat padat berubah menjadi cairan. Perbedaan
sifat ini sering digunakan untuk menguji kemurnian suatu zat,
bila suhunya waktu meleleh konstan berarti zatnya murni, tetapi bila suhunya berubah waktu meleleh maka zatnya tak
murni, jadi sebagai suatu campuran.
Ada juga perbedaan yang menonjol antara campuran, unsur
dan senyawa.
Bila kita membuat suatu campuran, sifat-sifat kimia dari komponennya (sering juga sifat-sifat fisiknya) tak berubah. Tapi
bila unsur-unsur digabungkan untuk membentuk
senyawa, terjadi perubahan sifat-sifat yang
besar. Misalnya tembaga dan belerang adalah dua elemen. Tembaga suatu logam berwarna merah, penghantar listrik
yang baik dan relatif tahan karat. Sedangkan belerang suatu zat padat
nonlogam yang berwarna kuning, diperlihatkan dalam bentuk bubuk. Campuran belerang dan tembaga mudah dibuat, tapi
pada campuran ini masih dapat dilihat sifat-sifat tembaga dan belerang. Pembentukan campuran semacam ini adalah proses
fisika—suatu proses yang tak mengubah sifat-sifat kimia dari komponen
masing-masing.
Bila campuran tembaga dan belerang
dipanaskan, terjadi reaksi kimia. Belerang dan tembaga bergabung membentuk suatu
senyawa dan seperti
pernah diperlihatkan akan terjadi perubahan sifat-sifat yang mudah dilihat. Setelah reaksi
berakhir, tak terlihat lagi sifat-sifat baik dari belerang maupun tembaga. sebagai
penggantinya suatu zat baru yang dinamakan tembaga sulfida dengan sifat yang baru. Zat baru ini tak menghantar listrik, warnanya tidak sama
dengan belerang ataupun tembaga dan
sifat-sifat kimianya pun berbeda sekali. seperti telah dikatakan perubahan ini adalah khas dari -suatu reaksi kimia. Hubungan antara unsur, senyawa dan -campuran
disimpulkan pada Gambar
SIMBOL (LAMBANG), RUMUS DAN
PERSAMAAN REAKSI
Pada
suatu hal tertentu, mempelajari kimia adalah seperti mempelajari bahasa asing seperti bahasa Yunani (atau bila
Anda seorang Yunani seperti belajar bahasa Rusia). Kita mempunyai simbol
untuk unsur-unsur yang dapat disamakan dengan abjad. Sedangkan rumus yang
ditulis menggunakan simbol-simbol ini adalah kata-kata dan persamaannya
seperti kalimat. Seperti juga dalam mempelajari bahasa, harus dimulai dengan
abjad.
Tiap
unsur telah ditentukan simbol kimianya yang dapat kits anggap sebagai tulisan steno untuk menyatakan unsur
tersebut. Simbol terdiri dari sate atau dua huruf yang biasanya mengandung kesamaan
dengan nama Inggris dari unsurnya. Misalnya,
Carbon = C, Chromium = Cr, Chlorine = Cl, Calcium = Ca dan Zinc - Zn.
Perhatikan bahwa huruf pertama, ditulis
dengan huruf besar, tapi bila ada huruf kedua akan ditulis dengan huruf kecil. Beberapa unsur ada yang
simbolnya tak sesuai dengan nama Inggrisnya dan biasanya unsur-unsur ini telah diketahui sejak mula-mula diketemukannya ilmu
kimia waktu bahasa Latin merupakan
bahasa universal di antara para ahli ilmuwan dan simbol kimia berasal
dari nama-nama Latin. Beberapa contoh misalnya potassium, Latinnya kalium = K,
sodium (natrium) = Na, silver (argentum) = Ag, mercury (hidrargyrum) = Hg dan
copper (cuprum) = Cu.
Daftar unsur-unsur dalam abjad dengan
simbol masing-masing ada pada
sampul buku muka sebelah dalam. Akan didapat juga sebuah peta yang disebut
susunan berkala (sistim periodik), yang mengandung simbol-simbol unsur yang
disusun berdasarkan urutan nomor yang akan diterangkan
kemudian. Anda tidak harus menghafal semua simbol-simbol unsur
tersebut, tapi unsur-unsur yang penting harus dipelajari dengan cara menghafal nama-nama dan simbol-simbol dari 20
unsur pertama dari susunan berkala.
Senyawa kimia ditulis secara simbolik berdasarkan rumus kimianya Misalnya air ditulis sebagai H2O,
karbon dioksida, CO2, metan (gas alam), CH4 dan aspirin, C9Hg04.
Rumus kimia juga menunjukkan komposisi kuantitatif dari zat-zat. Disini simbol kimia menunjukkan
partikel terkecil dari unsur yaitu atom. Angka kecil dalam rumus berarti jumlah relatif atom
dari tiap unsur yang berada dalam senyawa tersebut. (Dan bila tidak ada angka berarti
hanya ada satu
atom). Rumus H2O misalnya, menggambarkan suatu zat yang _ngandung dua atom hidrogen untuk tiap satu atom oksigen.
Demikian juga senyawa CH4 mengandung satu atom karbon untuk tiap
empat atom hidrogen. Seringkali, dua atau lebih atom dapat bergabung bersama
dengan kuat sehingga dapat bertindak sebagai
sebuah partikel yang disebut molekul. Bila atom-atomnya berasal dari unsur yang
berbeda seperti pada air maka disebut molekul dari suatu molekul
dari suatu senyawa. Dan bila atom-atoninya
berasal dari unsur yang sama, disebut molekul suatu unsur. Beberapa unsur yang umum dan penting yang ada di alam dan dua atom adalah hidrogen (H2);
oksigen (02), dll.
Beberapa rumus kimia
banyak yang lebih kompleks dari rumus diatas malah ada yang mengandung tanda kurung. Misalnya senyawa amonium sulfat (NH4)2S)4. Angka 2 di luar tanda kurung menandakan
adanya 2 satuan NH4—jadi
ada dua nitrogen dan delapan hidrogen. Berarti rumusnya dapat ditulis N2H8SO4 walaupun akan kita lihat nanti bahwa ada alasan
kuat untuk menuliskan dengan tanda kurung.
Ada beberapa
zat tertentu membentuk kristal yang mengandung molekul air, bila larutan dalam airnya diuapkan. Kristal
ini disebut hidrat. Misalnya tembaga
sulfat, suatu fungisid pertanian, akan membentuk kristal biru yang mempunyai lima buah molekul air untuk setiap molekul tembaga sulfat (CuSO4).
Rumusnya ditulis CuSO4.nH2). Bila kristal
biru tersebut dipanaskan, airnya akan dihilangkan, tinggal CuS04 murni
yang warnanya hampir putih.
Suatu persamaan kimia ditulis untuk memperlihatkan
perubahan yang
terjadi selama terjadi reaksi kimia. Berarti suatu gambaran bentuk "selama dan sesudah" terjadi reaksi. Misalnya,
persamaan:
Zn + S à ZnS
menggambarkan reaksi yang terjadi antara seng dengan belerang,
dimana seng (Zn)
bereaksi dengan belerang (S) untuk menghasilkan seng sulfida (ZnS), suatu zat yang dipakai pelapis
sebelah dalam tirai TV. Zat-zat sebelah kiri tanda panah discbUt reaktan sebelah
kanan panah dinamakan hasil reaksi (produk) dan merupakan zat yang terdapat sesudah reaksi berakhir. (Pada reaksi di atas hanya ada satu
macam). Panah dapat diartikan "bereaksi untuk menghasilkan" atau secara ringkas
"hasilnya". Maka, reaksi di atas dapat dibaca sebagai "seng
ditambah belerang akan bereaksi menghasilkan seng sulfida" atau seng ditambah belerang menghasilkan seng sulfida.
Kadang-kadang diinginkan atau diperlukan tanda, apakah
pereaksi dan hasil reaksi berupa zat padat, cairan atau gas dan tanda dilarutkan
dalam pelarut seperti air misalnya. Hal
ini dilakukan dengan memiberi huruf S
— solid,l = liquid, g— gas dan aq — aqueous (air), dalam tanda kurung.
Misalnya persamaan:
CaCO3(S)+
H20(1) + CO2(g) à
Ca(HCO3)2(aq)
menerangkan
suatu reaksi antara kalsium karbonat (limestone), yang padat, cairan air dan gas karbon dioksida yang
mcnghasilkan larutan kalsium bikarbonat. Reaksi inilah yang menyebabkan melarutnya kalsium karbonat padat (limestone) oleh
air tanah yang mengandung karbon dioksida. Kalsium bikarbonat ini penyebab terjadinya
"air sadah dan pembentukan
gas-gas karbonat.
Banyak persamaan reaksi yang akan
kita tulis akan mengandung angka-angka yang ditulis sebelumm rumus kimianya disebut koefisien.Contohnya adalah reaksi dari hidrogen
(H2) dan oksigen (02) untuk membentuk air
Persamaan reaksinya adalah:
2H2 + O2 à 2H2O
Persamaan di atas kita artiikan bahwa
dua rnolekul hidrogen ditambah satu molekul oksigen (bila koefisien tak ada berarti 1) akan
bereaksi membentuk
dua molekul air. Persamaan ini telah seimbang karena pada sebelah kiri dan kanan panah jumlah atom dan unsurnya
sama.
Contoh Menghitung Jumlah Atom Dalam
Suatu Persamaan Reaksi
Soal: Butana suatu cairan pembakar yang terdapat dalam geretan rokok, bila dibakar reaksinya adalah:
2C4H10
+ 1302 à 8CO2 + 10H20
Berapa banyak atom oksigen terdapat dalam molekul hasil
reaksinya?
Analisis: Waktu menghitung jumlah atom harus diingat dua
hal. Pertama harus dihitung berapa jumlah atom
oksigen terdapat dalam tiap rumus pada reaksi (ingat bila tak ada angka, berarti 1). Kemudian jumlah ini kita kalikan dengan koefisien yang
terdapat pada tiap molekul.
Penyelesaian : Baik CO2 maupun H2O mengandung atom-atom oksigen. Satu molekul
CO2 mengandung dua atom oksigen,
sehingga 8 molekul mengandung 16 oksigen. Demikian juga, satu H2O mengandung satu oksigen, maka 10 molekul
air mengandung 10 oksigen. Bila dijumlahkan
seluruhnya ada 26 oksigen.
Kunjungi home kami : http://zentheis.blogspot.com/
Kunjungi Facebook Kami https://www.facebook.com/Zentheis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar