Aku tak pernah mengerti saat itu, mengapa
kau menuliskan namaku diatas pasir itu, yg menurutku itu adalah tindakan
konyol, saat itu aku berfikir untuk apa menulis susah-susah namaku diatas pasir itu
jika akhirnya akan terhapus juga oleh ombak yg seakan-akan tidak sabar ingin
berlomba lomba mengahapus namaku dari pasir putih itu, seolah-olah namaku
bagaikan noda diatasnya,,
Dengan tatapan sinis aku menatap ukiran
tulisan itu yg dengan segera terhapus ombak, dengan cepat aku berkata
“ buat apa sih tulis-tulis nama aku dipasir, alay
banget!!”
dan aku tidak akan pernah lupa bagaimana
dia menjawab pertanyaan ku itu dengan gaya polosnya,
“ sarangheyo sayang”
sambil mengangkat kedua tangan diatas
kepala membentuk lambang love ala film korea”, dan lagi-lagi bukan balasan kata-kata romantis yg aku ucapkan, “ IH!! Alay!! “,
sambil berlenggang pergi dan tak lupa tatapan sinis khas yg seakan-akan selalu
menjadi sarapan plus makanan sehari-hari untuknya,,
Padahal kalau aku fikir-fikir lagi untuk apa
marah dan kesal hanya karena dia menulis-nulis namaku diatas pasir itu?? Bukankah
itu tanda dia sayang?? Hufhh,,,entahlah,, aku tak sesensitif ini saat itu.
Entah knapa, semua tindakan romantisnya
saat itu slalu salah untukku, entah sms-sms rutinnya tiap pagi, siang dan malam
hari yg hanya berisi kata-kata romantis ataupun tindakan-tindakan romantisnya yg menurutku
itu konyol dilakukan,dia slalu mengingat semua hal yg tak pernah aku ingat,
semua hal sampai hal terkecil pun dia ingat, asalkan itu slalu berhubungan
denganku, bahkan pasword ATM’a pun tanggal jadian kami, dia setia, pintar, dan
tak pernah membuatku menangis sedikitpun, mungkin bagi semua wanita dia adlah
sempurna, tapi entah knpa saat itu aku tak pernah merasakannya, tak pernah
merasakan yang namanya bahagia padahal dia slalu memenuhi semua yg aku mau,
walaupun saat itu dia hanya seorang mahasiswa, tapi dia mampu memenuhi apapun
yg aku butuhkan, saat aku meminta, dia tidak pernah berkata “ Tidak”,
tapi dia slalu berkata “ apapun sayang,,pasti aku usahain kuk buat
kmu”, aku tak pernah lupa kata-kata itu, aku slalu saja menuntutnya lebih,
tapi dia tidak pernah protes ataupun mencoba meninggalkanku sedikitpun, dia
selalu menjadi sempurna untukku.
Aku ingat sekali suatu hari aku berkata,
“ sayang, km kenapa sih gak pernah wangi
ataupun dandan kalo pergi sama aku, aku kan malu sama temen-temen aku, yg cowoknya
slalu wangi n perfek”
dan
dia hanya menjawab,
“ maav ya sayang,, aku gak tau kalau km malu,,
iya deh,, besok aku beli parfum 2 gentong biar gk bau “
aku langsung menyahutinya,
“
parfum casablanca yah, jgn yg laen,aku gk suka”
“
iyah sayang ku,,”
sambil mencubit-cubit pipiku gemas,
padahal dia tidak pernah menuntutku
sedikitpun, dia slalu membiarkanku menjadi diriku sendiri, tidak pernah protes
walapun aku egois, dan slalu memarahinya wlaupun itu dengan alasan yg tidak
jelas, ataupun hanya sekedar pelampiasan kalau lagi datang bulan atau memang
lagi pengen marah-marah saja.
“
sayang, km lagi dateng bulan yah, makannya marah-marah terus”
dengan sinis aku menjawab,
“
iyah, BT gak da pelampiasan marah, knapa? Km gak mau”,
“ gak papa sayang,,,asal km bisa lega, suatu
saat nanti klw kita nikah, and km mau lahiran trus butuh rambut buat dijambak,
aku bersedia nih donorin rambut aku, hhehe “,
dan
aku hanya menjawab,
“
ih!!, bikin tambah kesel ajah sih km, BT”,
aku
tak kan pernah lupa dialog ini bersamanya.
suatu hari dia sudah siap rapi dan aku rasa
setelah 3 tahun kami berpacaran saat itulah dia kelihatan sangat tampan, dia
berdiri tepat didepanku saat aku membukakan pintu, aku terdiam sejenak, lalu
dengan tegorannya yg khas dia membuyarkan lamunanku,
“
sayang!!, km kenapa kok ngeliatin aku kaya gtu sih, aku norak ya dandannya??? “
dengan cepat bibirku bergerak membalas
pertanyaannya,
“ gak
kuk, biasa aja”,
keegoisanku memaksaku untuk tak
mengeluarkan pujian sedikitpun untuknya saat itu, walaupun aku tahu, dia pasti
sangat senang walau pun aku hanya bilang, “ km tampan “, tapi aku lebih
memilih tak mengatakannya, dengan wajah polosnya dia hanya berkata,
“ maav ya sayang,, “,
aku
tak mengerti mengapa dia berkata maaf saat itu, dia slalu membuatku bingung
dengan kata-kata nya yg kadang-kadang tidak aku faham,lalu dengan segera aku dan dia
menaiki sepeda motornya menuju ke pantai tempat favorit kami, saat itu entah
kenapa, aku ingin sekali dia antar pergi kepantai dan ditengah perjalanan aku
memeluknya erat-erat, dia pun heran sampai berkata,
“ km
knpa sayang, kuk aneh bnget gak biasanya
km peluk aku sekencang ini, kangen yah,,, hhehe,, “
dengan sedikit leluconnya itu, lalu kujawab,
“
knapa emang?? Gak mau aku peluk kaya gini?? Yaudah!!,
dengan cepat ku tarik tanganku kebelakang
punggunggnya dan tak menyentuhnya sedikitpun,dan agak ku berikan jarak antara
tempat duduk ku dengannya di jok motornya itu, dengan cepat dia mencari-cari tanganku untuk mendapatkan pelukanku kembali tapi dengan keras aku menolaknya
dengan alasan kesal dengan perkataannya, sesaat aku tak sadar sepeda motor kami
oleng, kekasih ku yg tak sadar didepan kami ada truk yg melaju kencang, tidak
sempat menghindari kecelakaan itu, aku terpental sekian meter dan tak sadar,
dan aku tak tahu selanjutnya apa yg terjadi dengan kekasihku itu,
Saat tersadar aku tak dapat membuka mataku,
ku raba kedua mataku, ternyata mataku tertutup oleh kapas dan dibalut kasa
putih tebal diatasnya, aku hanya bisa
mendengar bunyi-bunyi peralatan medis serta tangisan orang tua dan kerabat-kerabat ku,
orang tuaku sangat bahagia ketika melihat aku sadar, namun seseorang yg ada
difikiran dan dibenakku saat itu adalah “ RIFAL”, dia kekasihku, kekasih sempurna yang baru ku
sadari kesempurnaannya sekarang. Aku ingin beranjak pergi untuk melihat keadaan
kekasih ku, tapi penglihatanku terhalang oleh kapas dan kasa yang menutup
mataku, mamah ku berkata,
“ km
udah 2 minggu gak sadar sayang, mamah panggil dokter dulu buat buka perban mata
km ya sayang”,
dengan segera mamah ku pergi dan kembali
dengan dokter yg siap membuka perban mataku, dokter itu berkata, ”
sudah siap alia “, dokter itu menyebut namaku dengan tegasnya, aku yang
kebingungan dengan keadaan ku sebenarnya hanya bisa mengangguk pasrah, karena
aku ingin segera melihat rifal, dengan perlahan dokter itu membuka balutan
mataku, dan menyuruh ku untuk perlahan lahan membuka mataku setelah ke dua kapas
yang menempel pada mataku telah terbuka, lalu ku buka perlahan-lahan kedua mataku,
dan seperti biasa, aku bisa melihat semuanya, tak ada yang berbeda, tapi kedua
orang tua ku sangat senang melihatku bisa melihat, lalu dokter itu pergi dengan
memberi jabatan tangan hangat dan mengucapkan “ selamat ya alia, akhirnya
operasi matanya berhasil”, aku tercengang dan sangat kaget, aku sempat
buta?? Dalam fikirku terus berkata seperti itu, lalu mamah memegang tangan ku
dan mulai bercerita,
“ alia sayang, udah 2 minggu km gak sadar
setelah kecelakaan itu, dan kedua matamu rusak total, kalaupun km sadar km akan
buta selamanya, jika tak mendapat pendonor mata sayang”
belum selesai mamah bercerita sudah ku
potong dengan perkataanku,
“ lalu siapa orang yang baik hati yg mau
mendonorkan matanya untukku mah??” aku ingin segera berterima kasih padanya”,
mamah ku menjawab,
”
kebetulan dia masih disini sayang, ada diruang sebelah”,
“ antar alia kesana mah, alia mau ucapin
terima kasih, ayo mah cepetan, keburu orangnya pergi”,
” iya
sayang”
lalu
mamah mengantarku keruangan pendonor yang baik hati itu dengan kursi roda,
ketika sampai didepan pintu ruangannya, dia terlihat duduk didepan jendela
dengan seragam piama rumah sakit yang sama seperti yg ku pakai, ku hampiri
perlahan, tanpa menepuk pundaknya terlebih dahulu, aku berkata,
“ hey, siapapun km, aku mengucapkan banyak
terimakasih buat kemurahan hati km, karena udah mau nolongin aku”,
belum selesai pada bait terakhir q berkata,
dia sudah menjawab perkataanku dengan cepat dan membalikan badannya,
“ km udah bangun sayang??, sambil
mencoba menggapai area tubuh ku, dia mengulang-ulang pertanyaannya, km udah sadar sayang, aku seneng banget,
dia meraba-raba wajah ku sambil berkata, “
gimana sayang, km bisa jelas gak ngeliat aku??”,
aku tak bisa menggambarkan perasaan macam
apa yang kurasakan saat itu, aku terdiam seribu bahasa, tiba-tiba rasa dingin dan
kaku menhampiri tubuh ku, aku beku sebeku-beku nya, aku kaku lalu tiba-tiba melemah,
dan tak merasa jika tubuh ini ada, aku tak sanggup berkata-kata lagi, tak tersa
kini air mata ku yang bicara, mengucur sangat deras,yah, mungkin lebih tepatnya
air mata dari mata kekasih tercintaku,” Rifal”, yang saat ini berpose
setengah berdiri dihadapanku, “ apa!!! Jadi pendonor baik hati itu dia, jadi mata
ini punya nya!!, punya seseorang yang selama ini selalu ada untukku, yang
selalu ku bentak, yang selalu tak ku hargai rasa cintanya!! ”,
Dalam hatiku
terus berkata seperti itu, kini aku lemah tak mampu mengucapkan sepatah
katapun, tiba-tiba kata-kata nya membuyarkan lamunanku,
“ sayang km kenapa diem aja, jangan bikin aku
kawatir, aku gak tahu ekspresi wajah km sekarng gimana”,
aku
makin ingin menjerit mendengar perkataannya, aku pun mencoba bicara, seperti
anak balita yang sedang belajar memanggil ibunya, dengan tertatih aku menyusun
semua rangkaian kata-kata yang hanya terdiri dari 4 huruf itu, “ MA’AF”, aku mencoba
mengulanginya,
“
Maafin aku, aku udah ambil mata kamu, aku bikin km gak bisa lihat, kenapa km
kasih mata kamu ke aku!!!, kenapa???”
hanya senyum manis dan kata-kata indah yang dia
ucapkan padaku,
“ sayang, aku kan udah pernah bilang, apapun
akan aku kasih ke kamu selama aku bisa sayang,, kedua mataku itu gak lebih
penting dan berharga dari km “alia”, kekasih ku tercinta, aku ingin melihat
kamu tetap tersenyum, biarlah aku yang tak bisa melihat, asal jangan km, aku
ingin km tetap bisa melihat aku, karena aku gak mau km lupain aku sedetik pun. sarangheyo
sayang “
dengan gayanya seperti biasa ala film
korea itu,
Tubuh semakin melemah, jantungku seolah-olah berhenti, mendengar dia bicara seperti itu, dia memberikanku semuanya, semua
yang aku butuhkan, termasuk kedua matanya, yang sekarang menjadi mataku,
“ mulai sekarang aku yang bakal jagain km,
sekarang aku bakal terus jadi mata kamu, aku gak akan pernah ninggalin km
sayang, aku janji, maafin aku, karena mataku yang dulu sangat terlambat
menyadari dan melihat, betapa sempurnanya km”
Tiba-tiba dia berkata :
“
berarti aku gak salah dong sayang kasih mata aku ke kamu, karena sekarang km
jadi bisa ngeliat betapa aku sangat mencintai km, selalu dan selamanya”
Yah benar, aku memang terlambat, terlambat
melihat, terlambat merasa, terlambat menyadari, bahwa aku memiliki sesuatu yang
sangat berharga dan sempurna seperti dia.
Aku
memeluknya erat-rat, dan tak akan pernah ku biarkan sedikitpun rasa egoisku
menyentuhnya lagi, mamah ku yang tak pernah mengetahui rifal adalah kekasih ku
hanya terdiam dan menangis melihat dan mendengar perbincangan kami, karena aku
tak pernh bercerita pada orang tua ku karena kesibukan mereka yang selalu pergi
keluar negri, aku tak pernah bercerita jika aku memiliki kekasih sebaik dan
sesempurna dia, rifal mengajariku, bagaimana mencintai dengan tulus, bagaimana
memeberi tanpa meminta balasan, bagaimana melihat cinta dengan hati bukan
dengan mata, dia memberikan semuanya untukku, dia tak pernah berkata “ tidak “
bahkan untuk kedua mata yang dia berikan padaku, walaupun kini dia tak
sesempurna dahulu, tapi sekarang dan untuk selamanya kekurangannya menyempurnakan
cintaku.
Note : Hargai lah seseorang yang
mencintaimu dengan tulus, karena kehilangan dan penyesalan itu lebih
menyakitkan akhirnya nanti. Jangan pernah mencari kesempurnaan dari pasanganmu,
karena suatu hubungan lebih indah jika kita saling melengkapi dan saling
menerima kekurangan ataupun kelebihan pasangan kita, jangan pernah menuntut
pasanganmu untuk menjadi sesuatu yang ada dalm fikiranmu, karena itu berarti km
hanya mencintai angan-angan mu saja, bukan kekasih yang saat ini ada didepan
matamu, belajarlah untuk menerima dan mensyukuri seseorang yang dapat menerima
dan mencintaimu dengan tulusdan apa adanya.
Created By : Mawar
Kunjungi home kami : http://zentheis.blogspot.com/
Kunjungi Facebook Kami https://www.facebook.com/Zentheis
Kunjungi home kami : http://zentheis.blogspot.com/
Kunjungi Facebook Kami https://www.facebook.com/Zentheis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar