Jumat, 10 Agustus 2012

SEMUANYA UNTUKKU ???


Aku tak pernah mengerti saat itu, mengapa kau menuliskan namaku diatas pasir itu, yg menurutku itu adalah tindakan konyol, saat itu aku berfikir untuk apa menulis susah-susah namaku diatas pasir itu jika akhirnya akan terhapus juga oleh ombak yg seakan-akan tidak sabar ingin berlomba lomba mengahapus namaku dari pasir putih itu, seolah-olah namaku bagaikan noda diatasnya,,

Dengan tatapan sinis aku menatap ukiran tulisan itu yg dengan segera terhapus ombak, dengan cepat aku berkata
 “ buat apa sih tulis-tulis nama aku dipasir, alay banget!!”
dan aku tidak akan pernah lupa bagaimana dia menjawab pertanyaan ku itu dengan gaya polosnya,
 “ sarangheyo sayang”

sambil mengangkat kedua tangan diatas kepala membentuk lambang love ala film korea”, dan lagi-lagi bukan balasan kata-kata romantis yg aku ucapkan, “ IH!! Alay!! “, sambil berlenggang pergi dan tak lupa tatapan sinis khas yg seakan-akan selalu menjadi sarapan plus makanan sehari-hari untuknya,,
Padahal kalau aku fikir-fikir lagi untuk apa marah dan kesal hanya karena dia menulis-nulis namaku diatas pasir itu?? Bukankah itu tanda dia sayang?? Hufhh,,,entahlah,, aku tak sesensitif ini saat itu.

Entah knapa, semua tindakan romantisnya saat itu slalu salah untukku, entah sms-sms rutinnya tiap pagi, siang dan malam hari yg hanya berisi kata-kata romantis ataupun tindakan-tindakan romantisnya yg menurutku itu konyol dilakukan,dia slalu mengingat semua hal yg tak pernah aku ingat, semua hal sampai hal terkecil pun dia ingat, asalkan itu slalu berhubungan denganku, bahkan pasword ATM’a pun tanggal jadian kami, dia setia, pintar, dan tak pernah membuatku menangis sedikitpun, mungkin bagi semua wanita dia adlah sempurna, tapi entah knpa saat itu aku tak pernah merasakannya, tak pernah merasakan yang namanya bahagia padahal dia slalu memenuhi semua yg aku mau, walaupun saat itu dia hanya seorang mahasiswa, tapi dia mampu memenuhi apapun yg aku butuhkan, saat aku meminta, dia tidak pernah berkata “ Tidak”, tapi dia slalu berkata “ apapun sayang,,pasti aku usahain kuk buat kmu”, aku tak pernah lupa kata-kata itu, aku slalu saja menuntutnya lebih, tapi dia tidak pernah protes ataupun mencoba meninggalkanku sedikitpun, dia selalu menjadi sempurna untukku.

Aku ingat sekali suatu hari aku berkata,
 “ sayang, km kenapa sih gak pernah wangi ataupun dandan kalo pergi sama aku, aku kan malu sama temen-temen aku, yg cowoknya slalu wangi n perfek”
 dan dia hanya menjawab,
 “ maav ya sayang,, aku gak tau kalau km malu,, iya deh,, besok aku beli parfum 2 gentong biar gk bau “
aku langsung menyahutinya,
“ parfum casablanca yah, jgn yg laen,aku gk suka”
“ iyah sayang ku,,”
sambil mencubit-cubit pipiku gemas,
padahal dia tidak pernah menuntutku sedikitpun, dia slalu membiarkanku menjadi diriku sendiri, tidak pernah protes walapun aku egois, dan slalu memarahinya wlaupun itu dengan alasan yg tidak jelas, ataupun hanya sekedar pelampiasan kalau lagi datang bulan atau memang lagi pengen marah-marah saja.
“ sayang, km lagi dateng bulan yah, makannya marah-marah terus”
dengan sinis aku menjawab,

“ iyah, BT gak da pelampiasan marah, knapa? Km gak mau”,
 “ gak papa sayang,,,asal km bisa lega, suatu saat nanti klw kita nikah, and km mau lahiran trus butuh rambut buat dijambak, aku bersedia nih donorin rambut aku, hhehe “,
 dan aku hanya menjawab,
“ ih!!, bikin tambah kesel ajah sih km, BT”,
 aku tak kan pernah lupa dialog ini bersamanya.
suatu hari dia sudah siap rapi dan aku rasa setelah 3 tahun kami berpacaran saat itulah dia kelihatan sangat tampan, dia berdiri tepat didepanku saat aku membukakan pintu, aku terdiam sejenak, lalu dengan tegorannya yg khas dia membuyarkan lamunanku,
“ sayang!!, km kenapa kok ngeliatin aku kaya gtu sih, aku norak ya dandannya??? “
dengan cepat bibirku bergerak membalas pertanyaannya,
“ gak kuk, biasa aja”,
keegoisanku memaksaku untuk tak mengeluarkan pujian sedikitpun untuknya saat itu, walaupun aku tahu, dia pasti sangat senang walau pun aku hanya bilang, “ km tampan “, tapi aku lebih memilih tak mengatakannya, dengan wajah polosnya dia hanya berkata,
 “ maav ya sayang,, “,
 aku tak mengerti mengapa dia berkata maaf saat itu, dia slalu membuatku bingung dengan kata-kata nya yg kadang-kadang tidak aku faham,lalu dengan segera aku dan dia menaiki sepeda motornya menuju ke pantai tempat favorit kami, saat itu entah kenapa, aku ingin sekali dia antar pergi kepantai dan ditengah perjalanan aku memeluknya erat-erat, dia pun heran sampai berkata,
“ km knpa sayang, kuk aneh bnget  gak biasanya km peluk aku sekencang ini, kangen yah,,, hhehe,, “
dengan sedikit leluconnya itu, lalu kujawab,
“ knapa emang?? Gak mau aku peluk kaya gini?? Yaudah!!,
 dengan cepat ku tarik tanganku kebelakang punggunggnya dan tak menyentuhnya sedikitpun,dan agak ku berikan jarak antara tempat duduk ku dengannya di jok motornya itu, dengan cepat dia mencari-cari tanganku untuk mendapatkan pelukanku kembali tapi dengan keras aku menolaknya dengan alasan kesal dengan perkataannya, sesaat aku tak sadar sepeda motor kami oleng, kekasih ku yg tak sadar didepan kami ada truk yg melaju kencang, tidak sempat menghindari kecelakaan itu, aku terpental sekian meter dan tak sadar, dan aku tak tahu selanjutnya apa yg terjadi dengan kekasihku itu,

Saat tersadar aku tak dapat membuka mataku, ku raba kedua mataku, ternyata mataku tertutup oleh kapas dan dibalut kasa putih tebal diatasnya,  aku hanya bisa mendengar bunyi-bunyi peralatan medis serta tangisan orang tua dan kerabat-kerabat ku, orang tuaku sangat bahagia ketika melihat aku sadar, namun seseorang yg ada difikiran dan dibenakku saat itu adalah “ RIFAL”,  dia kekasihku, kekasih sempurna yang baru ku sadari kesempurnaannya sekarang. Aku ingin beranjak pergi untuk melihat keadaan kekasih ku, tapi penglihatanku terhalang oleh kapas dan kasa yang menutup mataku, mamah ku berkata,
km udah 2 minggu gak sadar sayang, mamah panggil dokter dulu buat buka perban mata km ya sayang”,

 dengan segera mamah ku pergi dan kembali dengan dokter yg siap membuka perban mataku, dokter itu berkata, ” sudah siap alia “, dokter itu menyebut namaku dengan tegasnya, aku yang kebingungan dengan keadaan ku sebenarnya hanya bisa mengangguk pasrah, karena aku ingin segera melihat rifal, dengan perlahan dokter itu membuka balutan mataku, dan menyuruh ku untuk perlahan lahan membuka mataku setelah ke dua kapas yang menempel pada mataku telah terbuka, lalu ku buka perlahan-lahan kedua mataku, dan seperti biasa, aku bisa melihat semuanya, tak ada yang berbeda, tapi kedua orang tua ku sangat senang melihatku bisa melihat, lalu dokter itu pergi dengan memberi jabatan tangan hangat dan mengucapkan “ selamat ya alia, akhirnya operasi matanya berhasil”, aku tercengang dan sangat kaget, aku sempat buta?? Dalam fikirku terus berkata seperti itu, lalu mamah memegang tangan ku dan mulai bercerita,
 “ alia sayang, udah 2 minggu km gak sadar setelah kecelakaan itu, dan kedua matamu rusak total, kalaupun km sadar km akan buta selamanya, jika tak mendapat pendonor mata sayang”
belum selesai mamah bercerita sudah ku potong dengan perkataanku,
 “ lalu siapa orang yang baik hati yg mau mendonorkan matanya untukku mah??” aku ingin segera berterima kasih padanya”,
 mamah ku menjawab,
” kebetulan dia masih disini sayang, ada diruang sebelah”,
 “ antar alia kesana mah, alia mau ucapin terima kasih, ayo mah cepetan, keburu orangnya pergi”,
” iya sayang”
 lalu mamah mengantarku keruangan pendonor yang baik hati itu dengan kursi roda, ketika sampai didepan pintu ruangannya, dia terlihat duduk didepan jendela dengan seragam piama rumah sakit yang sama seperti yg ku pakai, ku hampiri perlahan, tanpa menepuk pundaknya terlebih dahulu, aku berkata,
 “ hey, siapapun km, aku mengucapkan banyak terimakasih buat kemurahan hati km, karena udah mau nolongin aku”,
belum selesai pada bait terakhir q berkata, dia sudah menjawab perkataanku dengan cepat dan membalikan badannya,
 “ km udah bangun sayang??, sambil mencoba menggapai area tubuh ku, dia mengulang-ulang pertanyaannya, km udah sadar sayang, aku seneng banget, dia meraba-raba wajah ku sambil berkata, “ gimana sayang, km bisa jelas gak ngeliat aku??”,
aku tak bisa menggambarkan perasaan macam apa yang kurasakan saat itu, aku terdiam seribu bahasa, tiba-tiba rasa dingin dan kaku menhampiri tubuh ku, aku beku sebeku-beku nya, aku kaku lalu tiba-tiba melemah, dan tak merasa jika tubuh ini ada, aku tak sanggup berkata-kata lagi, tak tersa kini air mata ku yang bicara, mengucur sangat deras,yah, mungkin lebih tepatnya air mata dari mata kekasih tercintaku,” Rifal”, yang saat ini berpose setengah berdiri dihadapanku, “ apa!!! Jadi pendonor baik hati itu dia, jadi mata ini punya nya!!, punya seseorang yang selama ini selalu ada untukku, yang selalu ku bentak, yang selalu tak ku hargai rasa cintanya!! ”, 

Dalam hatiku terus berkata seperti itu, kini aku lemah tak mampu mengucapkan sepatah katapun, tiba-tiba kata-kata nya membuyarkan lamunanku,
 “ sayang km kenapa diem aja, jangan bikin aku kawatir, aku gak tahu ekspresi wajah km sekarng gimana”,
 aku makin ingin menjerit mendengar perkataannya, aku pun mencoba bicara, seperti anak balita yang sedang belajar memanggil ibunya, dengan tertatih aku menyusun semua rangkaian kata-kata yang hanya terdiri dari 4 huruf itu, “ MA’AF”, aku mencoba mengulanginya,
“ Maafin aku, aku udah ambil mata kamu, aku bikin km gak bisa lihat, kenapa km kasih mata kamu ke aku!!!, kenapa???”
hanya senyum manis dan kata-kata indah yang dia ucapkan padaku,
 “ sayang, aku kan udah pernah bilang, apapun akan aku kasih ke kamu selama aku bisa sayang,, kedua mataku itu gak lebih penting dan berharga dari km “alia”, kekasih ku tercinta, aku ingin melihat kamu tetap tersenyum, biarlah aku yang tak bisa melihat, asal jangan km, aku ingin km tetap bisa melihat aku, karena aku gak mau km lupain aku sedetik pun. sarangheyo sayang “
dengan gayanya seperti biasa ala film korea itu,

Tubuh semakin melemah, jantungku seolah-olah berhenti, mendengar dia bicara seperti itu, dia memberikanku semuanya, semua yang aku butuhkan, termasuk kedua matanya, yang sekarang menjadi mataku,
 “ mulai sekarang aku yang bakal jagain km, sekarang aku bakal terus jadi mata kamu, aku gak akan pernah ninggalin km sayang, aku janji, maafin aku, karena mataku yang dulu sangat terlambat menyadari dan melihat, betapa sempurnanya km”

Tiba-tiba dia berkata :
“ berarti aku gak salah dong sayang kasih mata aku ke kamu, karena sekarang km jadi bisa ngeliat betapa aku sangat mencintai km, selalu dan selamanya”

Yah benar, aku memang terlambat, terlambat melihat, terlambat merasa, terlambat menyadari, bahwa aku memiliki sesuatu yang sangat berharga dan sempurna seperti dia.
 Aku memeluknya erat-rat, dan tak akan pernah ku biarkan sedikitpun rasa egoisku menyentuhnya lagi, mamah ku yang tak pernah mengetahui rifal adalah kekasih ku hanya terdiam dan menangis melihat dan mendengar perbincangan kami, karena aku tak pernh bercerita pada orang tua ku karena kesibukan mereka yang selalu pergi keluar negri, aku tak pernah bercerita jika aku memiliki kekasih sebaik dan sesempurna dia, rifal mengajariku, bagaimana mencintai dengan tulus, bagaimana memeberi tanpa meminta balasan, bagaimana melihat cinta dengan hati bukan dengan mata, dia memberikan semuanya untukku, dia tak pernah berkata “ tidak “ bahkan untuk kedua mata yang dia berikan padaku, walaupun kini dia tak sesempurna dahulu, tapi sekarang dan untuk selamanya kekurangannya menyempurnakan cintaku.

Note : Hargai lah seseorang yang mencintaimu dengan tulus, karena kehilangan dan penyesalan itu lebih menyakitkan akhirnya nanti. Jangan pernah mencari kesempurnaan dari pasanganmu, karena suatu hubungan lebih indah jika kita saling melengkapi dan saling menerima kekurangan ataupun kelebihan pasangan kita, jangan pernah menuntut pasanganmu untuk menjadi sesuatu yang ada dalm fikiranmu, karena itu berarti km hanya mencintai angan-angan mu saja, bukan kekasih yang saat ini ada didepan matamu, belajarlah untuk menerima dan mensyukuri seseorang yang dapat menerima dan mencintaimu dengan tulusdan apa adanya.

Created By : Mawar



Kunjungi home kami : http://zentheis.blogspot.com/

Kunjungi Facebook Kami https://www.facebook.com/Zentheis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar