Senin, 19 November 2012

Ketika Ego yang Mendominasi

Di saat emosi yang menguasai hati dan pikiran manusia
Di saat Kepercayaan mulai di Pertanyakan
Di saat Sucinya cinta mulai memudar karena termakan waktu
Di saat hati mulai mengering tanpa adanya Kasih sayang

Di saat Lidah Tak mampu lagi Menahan Luapan Sebuah Kata
Kebimbangan Dan  Bisikan Setan menjadi pematik Retaknya sebuah Cinta
Akankah Celah kebencian akan mulai bersarang di antara dua hati
dan Ambisi Ke Egois an Akan meninggalkan Korban dalam Retaknya cinta

Keluarga adalah hal terindah yang di berikan tuhan kepada manusia
Cinta adalah Perasaan terindah yang diberikan kepada setiap insan manusia
Rasa Nyaman tercipta Karena Hangatanya Cinta yang Bersemi di hati
Senyuman menjadi Pelengkap indahnya kehidupan yang kita jalani

Ketika Sucinya cinta mulai Ternoda Karena cinta segitiga
Dan ke Egoisan Menjadi Bomerang Retaknya sebuah Ikatan
Apakah Engkau tak menyadari akan ada korban Di Setiap Ego MU
Dan Akan Ada Ribuan Tangisan di Setiap Kata-kata MU

Saya Mohon Cukuplah Saya Yang menjadi Korban Atas Semua Ego Mu!
Jangan KAU teruskan Lagi Semua ini, Sudahilah Egomu Itu
Karena Bahagia Tak kan Pernah Datang Di kala Ego Tak Kunjung Hilang
Hatiku Hancur melihat mata Sembabnya Yang Menahan Tangisan yang Menyakitkan

Pernah kah Terlintas Dalam Benak Hatimu Tentang Kebahagiaan Kami
Pernah kan Terlintas Dalam benak hatimu Betapa Kecewanya Kami
KAU Adalah Panutan Bagi Kami ! Kau Adalah Pahlawan Bagi Kami
Saya Kecewa Atas Semua ini, Saya Kecewa Setiap kali Dia Menangis Karena MU !

Aku berdoa semoga Kasih sayang tuhan Selalu menyertai Setiap Langkah kaki Kami
Aku Berdoa Semoga Engkau Menjadi Pemimpin yang Bijaksana dan Mencintai Kami
Aku Memohon Semoga Ego Mu Bisa Hilang Dan Kembali Menyayangi Kami
Karena Kami Masih sangat Membutuhkan Kasih sayang mu, Ayah

Di Dedikasikan Untuk Semua Ayah Di Dunia ini !

Created By : Niko Pratomo

Kunjungi home kami di http://zentheis.blogspot.com/

Kunjungi facebook Kami di https://www.facebook.com/NikoPratomo88

Tidak ada komentar:

Posting Komentar