Jam 1 pagy aq masih melihat seorang sosok wanita yang masih bekerja, demi mencukupi kebutuhan keluarga,
dengan keluh kesah wanita itu bekerja,
aq mendekati wanita itu(sebut saja aisyah) dan membantunya bekerja dan di sela2 bekerja dia bercerita banyak hal kepada aq, kisah yang sangat sedih sekali, bahkan di dengar oleh telinga mata pun menjawab dengan tetesan kesedihannya, betapa sesosok seorang pria sangat bruk di mata wanita saat mereka menjalani keluaraga, banyak sekali yang terjadi mulai dari yang ringan sampai yang berat, wanita itu bercerita kepada q tentang sosok seseorang laki2 yang wanita itu kenal yaitu sosok seorang ayah, wanita itu sangat mengenal jauh karakter dari laki2 yang sudah lama iya kenal, suatu ketika laki2 itu datang ke rumah wanita itu untuk bersilaturahmi, lama waktu bergulir laki2 itu menelpun seseorang yang tidak lain adalah wanita padahal laki2 itu sudah berkeluarga memiliki 3 orang anak, saat laki2 itu menelpon wanita itu ternyata dia adalah selingkungan laki2 itu( mantannya) , wanita itu( aisyah) mendengar percakapan laki2 itu dengan selingkuhannya, laki2 itu pun memperkenalkan aisyah kepada wanita selingkuhannya, betapa bencinya aisyah kepada laki2 itu yang dulunya sudah di anggap seperti ayahnya sendiri, laki2 itu dalam percakapannya berkata " sudah makan belum sayang? makan pakai apa ne? owya aq mau pulang kampung ingin bertemu dengan mu dan mengenang masa lalu yang indah dengan mu seperti dlu"aisyah sangat benci dan teriris hatinya, apakah laki2 itu tidak berfikir tenteng perasaan isterinya di rumah yang menunggu setia kepulangannya, saat dia sedang susah isterinya menemani dengan setia. dahulu saat laki2 itu sedang jaya dia menjabat sebaigai manager di sebuah perusahaan besar di indonesia dia sering sekali selingkuh dengan sekretarisnya, sampai2 makanpun sepiring berdua , nonton bareng, jalan2 bareng apapun berdua, sampai2 isterinya menangis , bertahun - tahun seperti itu akhirnya laki2 itu terkena azabnya laki2 itu jatuh miskin dan demi mencari sesuap nasi pun harus bekerja keras, saat itulah isterinya pun tetap setia menemani sang suami walau sehari2 makan pun sulit bahkan harus puasa karena tidak ada yang bisa di makan, laki2 itu untungnya mempunya ke akhlian pintar mengurut mengobati orang yang terkilir serta dia bekerja di bidang limbah ( makelar) kadang dia bekerja tidak ada barang yang bisa di jual dia dipanggil untuk mengurut 10 - 30 rb dia dapat untuk mendapat sesuap nasi untuk anak2nya, sekarang dia sudah mau berhasil mendapat order yang nilainya lumayan besar nominalnya (M) dia kembali lagi ke pada kebiasaan buruknya padahal isterinya waktu susah tidak di beri uang pun tidak mengeluh tidak masak tidak mengeluh sampai tidak makan, tp sekarang dia di khianati lagi, isterinya sampai sekarang belum mengetahui kejadian ini, sungguh terlalu sekali laki2 itu menyakiti hati seorang isteri yang setia menemani di kala sedih tp tidak ikut senang di kala sang suami mendapat rezeki lebih, malah di habiskan dengan wanita lain, asiyah pun sangat menbenci laki2 seperti itu, dia sempat mengucap tak ingin lg membantu laki2 itu lagi jika sulit, dan tak ingin di datangi lagi oleh laki2 itu,
naasnya pula aisyah juga mendapat suami yang tidak begtu adil, dia disuruh bekerja untuk mendapatkan penghasilan sehingga kebutuhan sehari2 menjadi tertutup, pagi siang malam padahal aisyah memiliki bayi kecil yang umurnya baru 1 tahunan, berjalan saja belum lacar anaknya, aisyah harus membagi waktu untuk bekerja dan mengasuh anaknya, yang membuat hati aisyah sakit adalah suaminya padahal memiliki uang yang bnayk tetpi tidak di berikan kepada isterinya untuk mebeli kebutuhan pokok, suaminya ini kemungkinan juga selingkuh tp belum terbukti tapi dari gerak geriknya seperti itu, bagaimana hati seorang aisyah dapat menerimanya, dia bekerja siang malam untuk membantu suaminya tapi suaminya malah sperti itu kepada dirinya dan anak2nya, saat dia bekerja kadang dia meneteskan air mata, aisyah ingn menegur tapi apa daya seorang perempuan yang lemah di banding laki2 yang perkasa sering kali aisyah di beri uang oleh suaminya dengan cara seperti mengemis kepada orang lain, betapa teririsnya hati seorang aisyah, saya sangat sedih ketika mendengar ini, betapa beratnya kehidupan aisyah yang sudah tidak di pandang seperti dulu lgi sebagai isteri yang di sayang, sampai saat ini aisyah bekerja terus untuk mencukupi kebutuhan lainnya di keluarga, suaminya bukannya membantu dan mendukung malah cuek saat aisyah bekerja bahkan sampai disuruh kerja keras biar dapat uang yang banyak, betapa kejamnya suami itu, apakah suraga terbuka untuknya???? masih banyak yang di lakukan oleh suaminya itu sampai2 1000 lembar halamanpun tak cukup untuk mneceritakannya,
saya sebagai seorang yang akan menjalani hubungan rumah tangga tak ingin terjadi seperti itu apalagi sampai membuat isteri menangis, cukup aq belajar dari pengalaman hidup aisyah, aq ingin menjadi laki2 yang bertanggung jawab kepada diri ku sendiri dan keluarga q.
mengapa harta dapat merubah sifat seseorang dan membuatnya buta akan jalan yang alloh berikan kepadanya,
dan mengapa harus ada harta dimuka bumi ini?
demikian cerita nyata yang singkat curahan dari hati saya, hati nurani sya ikut menangis saat aisyah bercerita, sedih sekali. . . . . .sosok seorang ibu yang bekerja keras dan rela di perlakukan tidak adil hanya demi anak2nya bisa sukses dan bisa melanjutkan sekolahnya, sungguh malang nasib sosok seorang aisyah.
semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. jangan di tiru hal seperti itu karena tidak ada berkah kepadanya dan tidak ada kebahagiaan di dalmnya,
wasalamu'alaikum wr. wb
Kunjungi home kami : http://zentheis.blogspot.com/
Kunjungi Facebook Kami https://www.facebook.com/Zentheis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar